RSS

Al Qur’an dan Hadits Tentang Keluh Kesah

31 Mei

berikut dalil-dalil tentang keluh kesah. terinspirasi dari curhat dan keluhan beberapa karyawan dan pekerja.

Semoga bermanfaat.

Al Qur’an

Al-Ma’arij (70) : 19

إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعاً

70.19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.

Al-Ma’arij (70) : 20

إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعاً

70.20. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,

Hadits Bukhari dan Muslim

6.170/977. Dan telah menceritakan kepadaku ‘Amru bin Sawwad dan Harmalah bin Yahya sedangkan lafadznya dari Harmalah, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dia berkata; telah menceritakan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa dia mendengar Abu Hurairah mengatakan; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Neraka menyampaikan keluh kesahnya kepada Rabbinya dan berujar; Wahai rabb, mengapa kami satu sama lain saling memakan?. Allah pun mengijinkan neraka untuk bernapas dua kali, bernapas ketika musim dingin dan bernapas ketika musim panas, kedua napas itulah yang kalian dapatkan ketika panas menyengat dan dingin membeku. (Hr. Muslim)

6.171/978. Dan telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Musa Al Anshari telah menceritakan kepada kami Ma’an telah menceritakan kepada kami Malik dari Abdullah bin Yazid mantan budak Aswad bin Sufyan dari Abu Salamah bin Abdurrahman dan Muhammad bin Abdurrahman bin Tsauban dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Jika panas menyengat, tangguhkanlah shalat hingga suhu agak dingin, sebab panas yang menyengat berasal dari uap neraka jahannam, -dan beliau juga menyebutkan bahwa; Neraka berkeluh kesah kepada Rabbnya, lalu Allah mengijinkan untuk bernapas dua kali dalam setahun, napas ketika musim dingin dan napas ketika musim panas. (Hr. Muslim)

50.52/5005. Telah menceritakan kepada kami Qutaibah berkata; telah menceritakan kepada kami Ismail bin Ja’far dari Amru bin Abu Amru mantan budak Al Muthallib bin Abdullah bin Hanthab, bahwa ia mendengar Anas bin Malik ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Abu Thalhah: ‘Berilah aku seorang pelayan lelaki dari yang kamu miliki hingga ia bisa membantuku.’ Abu Thalhah lalu keluar dengan membawaku di belakang boncengannya. Aku lalu menjadi pelayan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Setiap kali beliau singgah pada suatu tempat, beliau banyak membaca: ‘ALLAHUMMA INNI A’UUDZUBIKA MINAL HAMMI WAL HAZANI WAL ‘AJZI WAL KASALI WAL BUKHLI WAL JUBNI WA DLALA’ID DAINI WA ‘ALAIHI WA GHALABATIR RIJAALI (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan penakut, dan dari lilitan hutang dan penindasan) ‘. Aku selalu melayani (keperluan) beliau hingga kembali dari Khaibar, beliau kembali dengan membawa (mengiring) Shafiyah binti Huyai. Dan aku lihat beliau menutupinya dengan kain kemudian memboncengkannya di belakang beliau. Sehingga ketika kami tiba di daerah Shahba`, beliau membuat hais dalam bejana dari kulit, kemudian beliau menyuruh agar aku mengundang para sahabat. Lalu mereka menyantap hidangan tersebut, maka itulah awal rumah tangga beliau dengannya. Kemudian beliau melanjutkan perjalanan, hingga ketika tiba di gunung Uhud, beliau bersabda: ‘Ini adalah gunung yang kita mencintainya dan dia mencintai kita.’ Ketika memasuki kota Madinah beliau mengatakan: ‘Ya Allah, sesungguhnya aku mengharamkan apa yang ada di antara dua gunungnya (Madinah), sebagaimana Ibrahim mengharamkan (mensucikan) Makkah. Ya Allah, berkahilah mereka dalam mud dan sha’ mereka.’ (Hr. Bukhari)

72.16/6541. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Zubair bin ‘Adi mengatakan, pernah kami mendatangi Anas bin Malik, kemudian kami mengutarakan kepadanya keluh kesah kami tentang ulah para jamaah haji. Maka dia menjawab; ‘Bersabarlah, sebab tidaklah kalian menjalalni suatu zaman, melainkan sesudahnya lebih buruk daripadanya, sampai kalian menjumpai rabb kalian. Aku mendengar hadit ini dari Nabi kalian Shallallahu’alaihiwasallam.’ (Hr. Bukhari)

77.159/6981. Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’man telah menceritakan kepada kami Jarir bin Hazim dari Al Hasan telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin Taghlib berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diberi sebuah harta, lantas beliau berikan kepada sebagian sahabatnya dan tidak beliau berikan kepada sahabat yang lain. Kemudian sampailah berita kepada beliau bahwa orang-orang mencela sikap beliau, maka antas beliau pun bersabda: Sungguh, ada orang yang kuberi dan ada yang tidak kuberi, namun yang tidak aku beri lebih aku sukai daripada yang aku beri, beberapa orang aku beri karena hati mereka masih ada keluh kesah dan ketakutan, dan beberapa orang aku percayakan kepada kecukupan dan kebaikan yang telah Allah jadikan pada hati mereka, diantara mereka ialah Amru bin Taghlib. Lantas ‘Amru berkata, ‘Aku tak ingin lagi unta-unta merah setelah mengetahui kalimat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu.’ (Hr. Bukhari)

sumber : http://www.indoquran.com/index.php

About these ads
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 553 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: