RSS

Fanatik Buta Kaum Muda

22 Jan

Yah,,inilah sebuah kemirisan saya melihat fenomena yang sering saya temui, bahkan pernah saya alami. Tulisan ini saya buat ketika meilhat sikap para pendukung sepak bola tanah air yang sangat fanatik terhadap klub pujaannya,bahkan sampai mengorbankan harta dan nyawa, kalo saja keadaan seperti ini terjadi karena mendukung islam atau jihad di palestina, bagus! Tapi untuk mendukung sebuah klub dengan mengorbankan segala cara,itu salah kaprah. Mungkin bagi mereka. Ini suatu kebanggaan,tapi apa? Yang terjadi adalah pengrusakan, teror, ketakutan, rusuh, bahkan pembunuhan karena ulah para suporter sepak bola.
Itulah sedikit yang pernah saya alami, ketika dalam suatu perjalanan di Soekarno Hatta, Bandung, saya melihat iring-iringan suporter atau pendukung sepakbola Persebaya Surabaya atau lebih dikenal dengan sebutan “Bonek” . Sepanjang perjalanan, sengaja saya memperlambat kecepatan sepeda motor saya ( memang motor jadul, jadi pelan jalannya), untuk melihat tingkah laku mereka. Hampir selalu mereka , meneriakan atau berkata-kata yang tidak baik, mengganggu pengguna jalan. Bahkan, mereka meneriaki sebuah mobil yang berhenti didepannya karena lampu merah, dengan tanpa sadar atau tidak mereka menyuruh mobil itu maju, padahal sedang lampu merah.(mungkin karena ada polisi di dalam rombongan itu ( 4 truk), tapi itu sungguh tidak etis. Saya hanya bisa melihat tanpa bisa berbuat. (imannya masih lemah nih???)
Begitu pula dalam suatu perjalanan pulang dari pangalengan sekitar pukul 10 malam, saya berpapasan dengan iring-iringan bobotoh dan Viking ( kelompok pendukung Persib Bandung), agak takut juga, karena motor saya platnya B( Jakarta ;musuh bebuyutan Viking),untung waktu itu pinjam motor teman,sehingga bisa ikut dalam iring-iringan mereka. Tetapi di sepanjang perjalanan, mereka sering berbuat se-enaknya, berbuat gaduh, menyapu seluruh badan jalan, dan membuat resah pengguna jalan dari arah sebaliknya. Sampai pada suatu daerah, hampir terjadi bentrokan antara iring-iringan bobotoh dengan warga setempat yang merasa terganggu dengan ulah mereka.
Ternyata, fanatik ini tidak hanya terjadi pada mereka para pendukung sepakbola, para kaum intelek bahkan santri sekalipun, menjadi tidak bisa berpikir panjang dalam mengkultuskan sesuatu. Mereka yang membela mati-matian, mengagungkan, dan menjadikannya panutan tanpa belajar dan berpikir tentang idola atau panutan mereka.
Itulah kelemahan kaum muda jaman sekarang yang tidak mau mengkaji dan mendalami segala sesuatu dengan benar. Yang fanatik tanpa merujuk pada kebenaran.
Ikhwah fillah,
Ada pelajaran yang saya renungi dan analisa dari beberapa kejadian yang menimpa saya dan sering saya lihat di berita, juga perbincangan saya denganseorang pendukung salah satu klub sepakbola, Kondisi masyarakat kita, khususnya remaja (karena hampir semua para pendukung itu masih remaja),belum memiliki seorang atau suatu figur yang bisa mereka dukung dan dijadikan panutan, mereka tidak memiliki idola yang bisa menginspirasi mereka menjadi orang-orang yang lebih baik, lebih beradab dan lebih beretika.
Selain memang permasalahan utamanya adalah pergaulan mereka yang bebas dan tidak terarah, sehingga yang terjadi adalah mereka menjadi preman, mereka bergaul dengan para pecandu, para perokok, para penjudi, dan golongan-golongan lainnya yang menjadi penyakit masyarakat.
Selain itu, adanya doktrin-doktrin yang menyesatkan dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab, yang menginginkan kaum muda kehilangan jati diri dan malas-malasan dalam belajar dan menjadi pembelajar sejati. Adanya visi misi pendangkalan potensi kaum muda sehingga menjadi tidak berguna bahkan meresahkan masyarakat, bukan mengayomi masyarakat.
Wahai para pemuda, marilah kita sadari semua ini, selagi masih diberikan kesempatan hidup, kita renungi perjalanan hidup kita, kita perbaiki kesalahan-kesalahan kita. Mari kita idolakan sesorang tang pantas jadi idola, mari kita mencari panutan kepada sebaik-baik panutan, yaitu Rasulullah saw. Kalau kita pelajari tentang masa muda beliau, tidak pernah terdengar beliau mati-matian membela suatu yang tiada berguna, Bagaimana kita belajar dari masa muda Beliau yang menjadi penengah suatu permasalahan bukan menjadi biang masalah, Muhamad muda yang jujur dan amanah, bukan yang rusuh dan membuat resah, Muhamad muda yang pandai berdagang bukan yang suka begadang, Muhamad muda yang kuat dan taat, bukan yang suka maksiat.
Wahai pemuda!
Sebaik-baik idola bagi kita adalah Muhamad muda yang jujur dan amanah, yang menjadi penengah perselisihan kaumnya, yang pandai dalam berdagang, yang bermanfaat bagi sesamanya. Kita boleh suka dengan sesuatu atau seseorang, tapi jangan sampai melebihi bahkan melalaikan kita dari Allah swt dan RasulNya.
Kepada engkau aktivis Dakwah!
Menjadi tugas kita memberikan keteladanan bagi kawan-kawan kita, bagi keluarga kita, bagi masyarakat tempat kita tinggal. Memang berat, tetapi itulah yang harus kita lakukan untuk menyadarkan para pemuda. Mengajarkan siapa yang harusnya menjadi Idola kita. Mengajarkan apa yang boleh kita bela sampai mati. Mengajarkan tentang bagaimana kita mengikuti ulama atau peminpin kita.
Para sahabat tidak pernah mengagungkan atau bahkan mengkultuskan mati-matian Rasulullah saw. Tetapi kaum muda kita bahkan sebagian santri kita, mentaklidkan ulamanya atau gurunya dengan berlebih-lebihan bahkan sampai taklid buta. Naudzubillahi min dzalika.
Mari kita sadari sebelum terlambat, peran pemuda sangat besar dalam megubah kondisi suatu bangsa, peran pemuda sangat potensial dalam pembaharuan bangsa, jangan sia-siakan waktu muda kiita dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Jadilah pemuda yang kaya akan prestasi, jadilah pemuda yang peduli, jadilah pemuda yang penuh aksi bukan sebatas orasi. Wallahu’alam

Bandung, 22 Januari 2010

Fajar Al Fath Fatahillah

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 Januari 2010 in Dakwah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: