RSS

Allah Menyertaimu

28 Jan

Ketika senyummu tak terbalas, Allah telah menghitung manisnya senyummu,
Saat sapaanmu tak terjawab, Allah tak lupa berapa kata yang kau ucap,
Saat ajakanmu tak terpenuhi, lelahmu tak akan tertinggal dicatat raqib-Nya,
Ketika kau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung berapa tetes air matamu,
Ketika mereka lari meninggalkanmu, Allah tak akan lupa menyertaimu.
(dari Tahajud Call Bandung Selatan)

Allahu Akbar. Allahu ma’ana. Allahu bersama kita dan menyaksikan setiap perbuatan kita. Allahu Syahid.Allahu Sami’, Allhu Bashir, Allahu Qarib. Ya Rahman Ya Rahim.
Ikhwah fillah, jika kita banyak mengeluh karena beratnya ujian kehidupan, jika kita banyak menangis karena celaan dan cacian, jika kita menyerah dalam dakwah ini, ingatlah, sesungguhnya Allah tidak akan salah dalam mencatat sekecil apaun pengorbanan kita di jalan ini.
Lantas, apakah pekerjaan kita sebanding dengan karunia Allah dalam setiap desah nafas kita, dalam setiap amal ibadah kita?

Apakah kita pernah merasakan tersenyum kepada sahabat kita, kepada keluarga kita, kepada binaan kita, kepada objek dakwah kita? lalu mereka tidak membalas senyumanmu itu, bahkan mengejek dan menertawakanmu atau bahkan tersenyum namun secara sinis
Apakah pernah lisan kita menyapa kawan kita, menyapa mad’u kita, menyapa rekan kerja kita, menyapa semua orang dengan suara kebaikan kita setulus hati? Namun balasan mereka jauh dari yang kita harapkan. Mereka senantiasa acuh terhadap sapaan hangat kita, mereka tidak peduli dengan ketulusan salam kita, atau mereka hanya membalas tanpa ada kesan menerima dengan tulus.
Atau saat kau mengajak saudaramu atau keluarga untuk sholat, untuk belajar membaca al Qur’an, saat kau mengajak teman kita untuk tidak menyontek, saat kau mengajak sahabat kita untuk menjauhi larangan Allah, mengajak masyarakat tempat kita tinggal untuk mengikuti pengajian. Engkau mengajak semua orang kepada jalan kebaikan dengan mengorbankan jiwa bahkan harta, dengan mengorbankan waktu dan tenaga. Balasan mereka kadang tidak peduli terhadap ajakan kita, bahkan mereka marah-marah dan mencaci kita,dengan umpatan,hujatan dan makian yang menyakitkan. Ajakan kita ditolak baik dengan kasar ataupun halus, dengan cacian ataupun hanya diam.

Ketika semua usaha kita dalam dakwah ini mendapat tantangan yang sangat berat, air matamu pun jatuh perlahan,menangis karena perihnya cobaan, karena pedihnya cacian, karena lelahnya perjuangan dan pengorbanan, karena hanya sedikit yang menolong kita dalam mengarungi jalan ini. Ketika aktivis dakwah yang tidak menolong kita, ketika para penyeru itu tidak mau ikut ambil bagian dalam beratnya perjuangan.
Yakinlah, Allah tidak akan lalai terhadap hamba-Nya yang memperjuangkan agama-Nya.
Ketika senyuman tulus kita untuk teman atau objek dakwah kita tidak mendapat balasan atau senyuman, Yakinlah Allah telah menghitung manisnya senyummu dari tulusnya hatimu.
Ketika sapaan hangat kita dibalas dengan acuh, Yakinlah Allah telah mencatat berapa kata yang terucap dalam sapaanmu.

Ketika ajakanmu dalam kebaikan dibalas dengan keburukan, Allah tidak pernah lengah mencatat usaha dan kerja kerasmu, meski lelah, meski resah dan gelisah.
Ketika mereka lari darimu, karena tidak mau mengikuti dalam keb aikan dan kebenaran, Yakinlah Allah tidak akan meninggalkanmu.
Ketika kita menangis karena perihnya cobaan dalam dakwah ini, Yakinlah, Allah tidak akan pernah lalai menghitung tiap tetes air matamu.
Maka, jangan pernah berkeluh kesah, dan jangan pernah takut dalam berjuang di jalan-Nya, karena Allah beserta orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya, karena Allah akan menolong dan meneguhkan pendiriannya, Karena Allah telah menjanjikan surga bagi hamba-hamba-Nya.
Semoga kita semakin teguh di jalan ini. Semoga kita tetap istiqomah dalam dakwah ini. Dan semoga petunjuk dan pertolongan Allah senantiasa menyertai kita dalam lelahnya jiwa ini, dalam beratnya ujian ini, dalam sakitnya siksaan ini. Semoga kita digolongkan menjadi para penghuni surga tertinggi di surga Firdaus. Amin

Bandung, 23 Januari 2010

Fajar Al Fath Fatahillah

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Januari 2010 in Dakwah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: