RSS

Cinta Dunia

05 Feb

“Andai engkau tergila-gila dalam beribadah kepada-Ku, sebagaimana engkau tergila-gila pada dunia, maka Aku akan memberikan kemuliaan kepadamu sebagaimana kemuliaan para rasul. Oleh sebab itu, janganlah engkau penuhi hatimu dengan gila pada dunia karena tak lama lagi dunia ini akan hancur ”. (dari Tahajud Call bandung Selatan)

Sahabat, begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan pada diri kita. Namun kita senantiasa lupa dan tiada pernah bersyukur atas nikmat yang tiada terkira itu. Sehingga, yang terjadi pada sebagian besar umat manusia saat ini adalah mereka yang sangat cinta terhadap dunia dan melupakan akhirat. Mereka rela untuk bekerja siang dan malam mencari nafkah,mencari uang,tapi lupa akan ibadah untuk bekal akhirat. Mereka berjuang untuk mendapatkan jabatan,tahta,pangkat, dan kedudukan yang terhormat di hadapan manusia,Tapi mereka lupa untuk berjuang mendapatkan kedudukan di hadapan Allah swt. Mereka bersusah payah mendapatkan perhatian dan cinta dari wanita atau pria yang dicintainya,tapi lupa untuk mendapatkan cinta-Nya yang kekal dan abadi. Mereka tergila-gila dalam mendapatkan segala kesenangan dunia,menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya,mencuri,korupsi,saling membunuh,menjatuhkan pangkat,menghujat,dan segala cara-cara yang tidak sesuai syariat yang dilakukan untuk mendapatkan ambisinya. Mengejar dunia!

Ingatlah sahabat!
Dunia tak seindah dimata.Dunia negara bala. Penuh dengan tipu daya syetan. Dunia ini pasti hancur. Dunia ini hanya sebentar. Dunia ini hanyalah jembatan menuju muara yang kekal abadi! Dunia ini diibaratkan dengan perumpaan kita mencelupkan jari telunjuk ke sebuah samudra yang sangat luas, lalu ketika jari telunjuk itu diangkat,jatuhlah setetes air,hanya setetes air dari telunjuk kita. Itulah dunia, setetes air dari luasnya samudra.

Oleh karena itu,kita harus bijak,hati-hati dan mempersiapkan bekal yang cukup untuk menuju muara yang kekal selamanya. Samudra luas yang tiada berujung,tiada bertepi. Surga jannati.
Raihlah pahala sebanyak-banyaknya, kita harus boros dalam beramal dan beribadah,dan kikir dalam maksiat. Kita harus berinvestasi jangka panjang yang banyak, spekulasi, dan tiada usah kita hitung untung rugi, karena ia pasti untung, yakni investasi akhirat.

Bandung, 5 Februari 2010 / 20 Shafar 1431 H

Fajar Al Fath Fatahillah

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Februari 2010 in Renungan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: