RSS

Memahami Roda Dakwah

09 Nov


Bismillah,
Segala puji hanya milik Allah yang telah memberikan hidayah yang luar biasa, nikmat yang tak terhingga, dan karunia besar dalam menjalankan kehidupan ini.
Salam dan solawat, semoga senantiasa terus mengalir kepada teladan kita, Nabi Muhammad saw, keluarga dan sahabatnya yang telah mengajarkan tentang perjuangan dan pengorbanan dalam dakwah.

Tulisan ini dibuat atas keprihatinan dan juga kegelisahan yang akhir-akhir ini mulai menyelimuti diri. Berawal ketika masa studi sebagai Mahasiswa sudah berakhir, dan sudah saatnya untuk berpindah ke proses selanjutnya, ke dunia kerja.
Dulu, ketika masih berstatus Mahasiswa, aku masih sering bertanya dan sedikit menuntut, kepada para seniorku yang sudah lulus dan sudah kerja. Untuk membantu dakwah kampus, konsultasi dan mungkin sedikit curhat.
Namun, sekarang, aku mengerti dan harus mulai menyadari, bahwa ada tanggung jawab, ada fase-fase ujian yang berbeda, ketika kita sudah mulai memasuki dunia kerja.

sebagai seorang aktivis dakwah, kita tentunya tidak boleh terus berharap dan bergantung pada suatu figur, karena perputaran kehidupan akan terus berjalan dan melakukan perubahan.
Yang harus dipikirkan adalah, bagaimana proses transformasi ilmu, transfer tanggung jawab dan handover tugas-tugas dakwah yang maksimal terhadap generasi berikutnya. Sehingga, ada proses estafet dalam menjalankan aktivitas dakwah yang tidak terulang atau bahkan memulai kembali dari nol.

Namun, tentunya, sebagai seorang da’i, tugas kita dalam berdakwah tidak boleh berhenti karena kita telah lulus kuliah, karena tugas menyeru umat manusia dalam kebaikan adalah pekerjaan yang bersifat terus menerus atau kontinyu. Tugas itu hanya berpindah termpat, berpindah sasaran, dan mungkin berpindah media atau sarana pendukungnya.
dan tugas utama yang harus dilakukan ketika seorang Aktivis dakwah kampus akan melepas status mahasiswanya, adalah mentransfer segala ilmu dan tanggung jawab dakwah kepada generasi selanjutnya secara intensif, memberikan pembinaan dan motivasi sehingga para generasi pemegang amanah berikutnya mampu memiliki semangat, visi dan misi, serta tujuan yang minimal sama.

Wallahu’alam,
semoga kita bisa memahami perputaran roda dakwah itu dengan bijak dan penuh tanggung jawab.

Best Regard,

Fajar Fatahillah

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 November 2010 in Dakwah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: