RSS

Hargai orang yang menurut kita tidak berharga

16 Nov


Apa yang ada jarang disyukuri
Apa yang tiada sering dirisaukan

Itulah salah satu penggalan nasyid Mengemis Kasih. Yang menggambarkan tabiat manusia.
Selalu melihat kearah yang sangat jauh. Impian, angan-angan, dan segala parameter kesuksesan seseorang.
Motivasi yang sangat tinggi, kerja keras tiada henti, seakan menjadi hal yang harus menjadi semangat sejati.
Dalam perjalanan kesuksesan, kadang kita menghalalkan berbagai cara, kadang kita tidak peduli sesama.
Kita, sekana-akan menjadi hebat karena kerja keras kita, kita merasa bangga dengan jabatan, harta, dan segala hal yang sifatnya semu dan relatif.

Namun, sadarkah kita, bahwa, dibalik kesuksesan kita, dibalik rizki yang melimpah, kedudukan yang tinggi, rumah megah mobil mewah, (Amiin ^_^) ada peran dari orang-orang disekita kita.

Orang-orang yang tidak pernah kita perhatikan, orang-orang yang selalu mendoakan, orang-orang yang selalu memaafkan, yang karena mereka kita menjadi sukses.

Seperti beberapa kisah dalam sejarah, dalam riwayat, pada jaman Rasulullah saw. banyak cerita sahabat yang masuk surga karena menolong orang lain, banyak sahabat yang sukses kerana menghargai sahabat lainnya. sungguh indah.

Dan, seperti itulah sunatullah. Allah akan memudahkan urusan seseorang jikalau orang itu mempermudah urusan saudaranya.
dan dalam hadis yang lain, sebaik-baik kamu adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. dan banyak lagi hadis yang menjelaskan tentang hablu minannas ( hubungan kepada / dengan manusia), yang bisa menjadi jalan kebahagian kita, jalan kesuksesan kita, dan juga jalan akhirat kita.

Teman kita, adik atau kakak, ibu dan ayah, tetangga, tukang sampah, tukang ojeg, sopir bus, satpam, petugas kebersihan, karyawan kantor, insinyur, dokter, dan semua tingkatan kedudukan, semua jabatan adalah patut kita hargai, karena mereka merupakan sekumpulan harmoni yang menjadikan hidup semakin indah, penuh warna, dan seimbang. dan bukan tidak mungkin, mereka merupakan jalan bagi kita menuju syurga Allah, karena kita menghargai mereka, karena kita menolong mereka, karena kita bagian dari mereka juga.

Menghargai, tidak hanya berlaku bagi manusia kepada manusia, tetapi juga, bagaimana kita menghargai waktu kita, menghargai waktu orang lain, menghargai barang-barang milik kita dan menghargai barang-barang milik orang lain. Perhatikanlah apa yang ada disekitar kita, dan hargailah mereka, hargailah apa yang ada disekitar kita, maka kita akan menjadi berharga di mata orang lain dan juga berharga dihadapan Allah swt.

Wallahu’alam

Jakarta, 16 nop 2010
referensi: majalah Tarbawi dengan banyak interpretasi saya pribadi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 November 2010 in Renungan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: