RSS

Awal Jejak Langkah Tarbiyah “sang Bintang”

26 Nov


AKU, TARBIYAH, dan KAMPUSKU
( Bersama Fatah, Bintang, Nusantara, Rama, Hadi)

Awal Jejak Langkah Tarbiyah “sang Bintang”

Saya dilahirkan di kota Surakarta, ayah dan ibu saya berprofesi sebagai seorang guru. Adik saya ada dua orang masing-masing selisih 5 tahun dari saya dan 8 tahun, dari masa taman kanak-kanak sampai masa sma saya sekolah di sebuaha yayasan Al-Islam di Surakarta. Dahulu pada saat SMP dan SMA sempat untuk mendaftar sekolah negri akan tetapi entah kenapa lebih berat pada yayasan. Sebenerya saya juga orang yayasan hanya seorang yang tinggal di daerah sekitar Surakarta.

Dari semenjak kecil saya telah diajari oleh orangtua saya untuk belajar mengaji. Terlebih kewajiban dari sekolah pada saat itu masih taman kanak-kanak sudah diwajibkan untuk hafalan do’a sehari-sehari dari bangun tidur sampai akan tidur lagi, surat-surat pendk dan membaca iqro’. Saya berada di TK selama 2 tahun karena pada saat itu masih banyak yang TK 2 tahun. Alhamdulilah pada saya telah lulus TK sudah mencapai jilid 5.

Mulai masuk SD saya langsung membaca Al-Qur’an dengan ayah saya walaupun tersendat-sendat dalam membaca dalam satu tahun akhirnya bias lancar juga mulai kelas 2 SD dan seterusnya. Pada saat saya menginjak kelas 5 SD diwajibkan untuk mengikuti Tadarus setelah sekolah sampai sore. Dalam tadarus saya diajar oleh ustad saya untuk hafalan juz Amma, Alhamdulillah belum ada satu tahun sudah hafal surat An-Nazia’at kemudian Al-Naba’ dan maju terus sampai surat Al-Balad sampai kelas 6 SD.

Pada saat SMP hafalan hanya pada saat akan ujian praktek hafalan pada akan lulus kelas 3. Semenjak SMP saya tidak pernah lagi mengikuti tadarus, karena tidak ada kegiatan dari SMP. Menginjak remaja pada masa sma di sekolah pada ahun pertama ada mentoring dari rohis sma. Di SMA saya mulai mengenal beberapa kehidupan dalam berorganisasi antara lain osis, rohis dan mpk. Pada saat itu saya sangat ingin menjadi anggota mpk dan akhirnya terwujud pada saat saya kelas 2 sma. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan di sma antaralain ada MABIT (Mlam BIna Iman dan Taqwa) kegitan itu diselenggarakan oleh temen-temen dari rohis. Walaupun saya bukan anggota dari rohis akan selalu mengikuti berbagai macam kegiatan rohis antara lain baksos baik itu baksos idul fitri atau baksos idul adha.

Kegiatan Baksos dilaksanakan di daerah kabupaten di sekitar Surakarta. Biasanya yang menentukan dari guru sma dan panitia diambil dari temen-temen rohis dan dari aktivis organisasi antara lain dari osis, mpk, koperasi, kamtib dan lain-lain. Pada saat pelaksanaan sangat seru sekali karena langsung terjun ke rumah-rumah warga dari pintu ke pintu. Tempat yang biasanya di adakan baksos adalah yang di daerah tersebut sedang kritis karena serangan dari orang kafir. Sehingga pada panitia pun sangat gigih dalam baksos.  Bahkan sampai sekarang sudah kuliah pun masih sering mengikuti kegiatan baksos di daerah-daerah sekitar Surakarta. Biasanya pada saat liburan walaupun tidak sedang mendekati hari raya pun temen-temen alumni baik yang sengangkatan dan tidak sering juga berperan aktif dalam baksos. Saya pun kalau sedang pulang kampong dan tidak ada halangan sering juga mengikuti kegiatan tersebut.

Setelah menjelang kelulusan saya mulai berfikir kedepan untuk melanjutkan akan kemana nanti saya akan bersekolah. Dengan mencari informasi dari bimbingan belajar setelah pulang sekolah saya banyak mendapatkan informasi-informasi dari beberapa ptn dan pts. Semua saya ikuti baik yang pts maupun ptn. Dan akhirnya saya diterima di IT Telkom di Bandung. Pada awalnya saya mikir-mikir untuk melanjutkanya atau tidak karena biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Dan akhirnya seetelah meminta pertimbangan dari orang tua akhirnya saya lanjutkan untuk bersekolah di IT Telkom Bandung.

Pada saat kuliah sekarang, semenjak semester pertama sampai sekarang saya masih mengikuti rangkaian tarbiyah. Pada saat pertamakali memasuki dunia kampus ada berbagai macam organisasi yangluar biasa banyaknya. Akan tetapi yang paling familiar bagi saya adalah organisasi kerohanian yang pada kampus IT Telkom biasa disebut sebagai Syamsul Ulum Family. Pada saat semester 2 saya mencoba mendaftarkan diri menjadi anggota SKI dan Alhamdulillah diterima, tetapi dalam perjalananya saya masih tersendat untuk terus menerus dalam berdakwah, karena saya baru menyadari bahwasanya berdakwah yang sebenarnya itu amatlah berat perjalananya. Dengan semangat fisabilillah alhadulillah sampai sekarang saya masih ikut SKI walaupun sangat susah dalam mengikuti perjalananya. Kandala yang saya alami adalah kurangnya motivasi dari temen-temen untuk berkecimpung dalam kegiatan dakwah.
( kisah pertama dari Bintang)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 November 2010 in Kisah seputar Tarbiyah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: