RSS

Ringkasan Mushthalahul Hadis : Muqadimah

28 Feb

Ringkasan Muqadimah


1. Perintah berpedoman kepada al- Hadits

Hadits Rasulullah saw itu sebagai pedoman hidup yang utama, setelah AL Qur’an.  Sesuatu hal yang tidak ada hukumnya, tata cara pengamalannya,  dan perinciannya didalam Al Qur’an, hendaklah dicarikan penyelesaiannya didalam al-Hadits.
Allah swt yang mengutus Rasulullah saw untuk menyampaikan amanatNya kepada ummat manusia, memerintahkan untuk berpegang teguh kepada apa yang disampaikan oleh RasulNya, sebagaimana dalam firman Allah surat Al-Hasyr ; 7
“Apa-apa yang disampaikan Rasulullah kepadamu terimalah, dan apa-apa yang dilarangnya bagimu, tinggalkanlah”. (Al-Hasyr : 7)
Ayat yang serupa juga terdapat dalam surat Ali Imran ayat 31, An Nisa ayat 58, 64 dan 70.
Dalam hadits, Rasululah saw bersabda, “Wahai Umatku! Sungguh aku dberi Al Qur’an dan yag menyerupainya“. ( HR. Abu dawud, Ahmad dan Turmudzy) *
* Sunan Ahmad, IV: 130, Sunan Abu Dawud,IV: 328, dan Sunan Turmudzy, II: 111.
Tidak ragu lagi bahwa yang menyamai Al Qur’an dalam hadis diatas adalah Al Hadis.

2. Sugesti bagi para Penganjur Hadits
Para penganjur hadis mendapat penghargaan sebagai khalifah Rasulullah saw yang mendapat prioritas, dimintakan oleh Nabi kepada Tuhan, sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas ra,
“Rasulullah saw berdoa, Ya Allah, rahmatilah khalifahku”.
“Ya Rasulullah, siapakan khalifah tuan? tanya kami.
“Yaitu orang yang meriwayatkan hadits-haditsku dan megajarkannya kepada masyarakat”, jawab Nabi”. (riwayat At Thabarany)
Dalam hadis lain, dari Ibnu Mas’ud ra,
“Rasulullah saw berdoa, “Semoga Allah mencemerlangkan wajah orang yang mendengarkan sesuatu dariku, lalu ia sampaikan seperti apa yang telah didengarnya. Tidak sedikit orang yang menerima anjuran itu, lebih paham dari yang mendengarnya sendiri”. (riwayat Turmudzy)

3. Hukum mempelajari Hadits dan Ilmunya

Berpedoman kepada al-Hadis untuk diamalkan dan menganjurkan orang lain untuk maksud yang sama adalah kewajiban, untuk itu diperlukan ilmu Hadis atau yang lebih dikenal Mushthalahul Hadits.
Mengingat ilmu hadits sangat menentukan terhadap pemakaian Nash, beberapa Ulama memberi tanggapan, diantaranya:

a. Imam Sufyan As Saury berkata, “Saya tidak mengenal ilmu yang lebih utama bagi orang yang berhasrat menundukan wajahnya dihadapan Allah, selain daripada Ilmu hadits”.

b. Imam Asy Syafi’iy berkata, “Demi umurku, soal ilmu Hadits ini termasuk tiang agama yang paling kokoh dan keyakinan yang paling teguh”.

c. Al Hakim berkata, ” Andaikata tidak banyak orang yang menghafal sanad hadits, niscaya menara Islam akan roboh dan niscaya para ahli bid’ah berkiprah membuat hadis maudlu dan memutarbalikan sanad.

Maraji:
Ikhtisar Mushthalahul Hadits. Drs. Fatchur Rahman

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Februari 2011 in Mushthalahul Hadits

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: