RSS

Menanggapi Berbagai FITNAH dalam Jama’ah Bag-1

23 Apr


Ikhwah fillah,
segala puji hanya milik Allah, yang telah memberikan kita semangat dan kekuatan untuk konsisten dalam jama’ah ini,
Sholawat serta salam kita sampaikan kepada Rasulullah, Muhammad saw, yang telah mengajarkan bagaimana mengarungi jalan dakwah ini.

Hari ini, kita disuguhkan oleh berbagai media, dugaan-dugaan yang dialamatkan kepada kader-kader dakwah baik di parlemen ataupun di dalam jama’ah itu sendiri. Ada banyak pertanyaan, ada banyak analisa dari pengamat ataupun dari kader lainnya.
Ada yang tetap berprasangka baik namun banyak juga yang mundur menghujat, berbalik kebelakang, mengkritik tanpa ilmu.

Saya hanya ingin menanggapi ini semua dengan dalil naqli dan aqli ( Al qur’an dan Sunnah, serta akal logika dan ilmu pengetahuan).

Sebelum itu, sebagai prolog, saya mengajak antum untuk membaca kembali kisah-kisah sejarah Rasulullah, dalam mendakwahkan islam di Mekkah ataupun di Madinah. Mari buka kembali buku sejarah kita tentang Fitnah, ujian bahkan siksaan terhadap sahabat dan Rasul sendiri pada fase pertama di Mekkah.
Mari buka juga kisah tentang membelotnya Ka’ab dan dua lainnya yang mangkir dari Perang Tabuk, dan juga kisah FItnah terhadap istri Rasul, Aisyah.
apa yang dilakukan sahabat terkait fitnah2 tersebut? bermacam-macam akhi, ada yang berprasangka baik seperti Abu Ayyub namun tidak sedikit yang terhasut.
Untuk hal ini, mari kita buka Al Qur’an,
Surat An Nuur Ayat 11 :
“[24:11] Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar”.

Surat An Nuur Ayat 12:
[24:12] Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mu’minin dan mu’minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.”

Surat An Nuur ayat 15:
[24:15] (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.

Surat An Nuur Ayat 22:
[24:22] Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

Surat Al Imran ayat 133-135
[3:133] Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,[3:134] (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.[3:135] Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri229, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Terkait kasus ustad Arifinto, Anggota DPR yang kedapatan melihat gambar “porno”, mari kita lihat dengan seksama kasus ini, dengan ilmu dan dengan prasangka yang baik, sesuai dengan ayat Al Qur’an diatas.

Lihat baik-baik gambar diatas, yang sebelah kanan adalah foto yang diambil oleh irfan, dan yang sebelah kiri adalah foto yang disebar diberbagai media.
Perhatikan dengan lebih teliti, ada banyak kejanggalan dari dua foto tersebut,
– Media / Tab yang digunakan berbeda
– Kuku jempul kanan yang sebelah kiri lebih panjang
– Posisi duduk dan cara memegang juga berbeda, letak lutut yang juga berbeda
padahal itu adalah foto yang sama yang merupakan pembesaran dari foto yang sebelah kanan.
kemudian terkait frame dan anggapan bahwa Pak Arifinto aktif mencari bukan korban, tidak ada bukti yang jelas terkait itu.
Pak Arifinto menjelaskan, ia hanya mendapat link email, dan ketika dibuka mengarah pada situs porno.
Lalu ada yang komentar, kalau gitu kenapa dihapus emailnya?
mari jawab dengan Surat Al imran ayat 133-135,
dalam surat itu, kita diperintahkan untuk segera bertobat, dan tidak meneruskan perbuatan keji. itulah tanda orang yang bertakwa.

Untuk kasus ini, mari kita lihat secara objektif,
penulis pernah juga mendapat email dari seorang ikhwan dan juga akhwat (dari subjeknya No Subject), isinya suruh klik link situs dalam badan email itu. Ternyata, ketika di klik, ia mengarah pada salah satu situs porno, dalam Facebook pun sering terjadi demikian, jebakan betmen katanya.
Apa yang saya lalukan? saya segera tutup dan menghapus email tersebut. ini lumrah dan wajar bagi seorang aktivis dakwah.

Dalam dunia kerja pun ada yang seperti itu, jebakan dan fitnah terhadap kader dakwah, disebuah kantor ketika akh ini sedang sibuk bekerja di depan laptopnya, ia dipanggil oleh seorang rekannya, ketika pergi, ia tidak menutup atau me-Lock laptopnya, kemudian teman lainnya membuka situs porno dari laptop akh tersebut, ketika akh tersebut kembali ke meja kerjanya, ia terkejut, dan langsung menutup situs tersbut, namun sayang, temannya tadi merekam dan memfoto kejadian tersebut, dan tersebarlah berita bahwa akh ini suka membuka situs porno saat kerja.

Ya! banyak jebakan dan rekayasa dalam hidup ini yang ingin menghancurkan dakwah dan kader-kadernya, membuat mereka jauh dari qiyadah, dan membuat mereka tidak percaya kepada jama’ah.
Mari kita bersikap seperti Abu Ayyub, yang berprasangka baik terhadap Aisyah,
Mari kita bersikap seperti Rasulullah yang bertanya kepada orang terdekat Aisyah,
Mari kita bersikap seperti sahabat yang percaya kepada Qiyadahnya,
sampai bukti kebenaran itu terungkap.
Tidak berbuat zalim seperi Abu Bakar terhadap pembantunya yang memfitnah Aisyah.

wallahu ‘alam
Markaz Dakwah
Jatipadang Pasar Minggu.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 April 2011 in Kisah seputar Tarbiyah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: