RSS

Menghimpun Potensi Kebaikan

16 Mei


Malam itu, suasana yang dingin terasa begitu hangat.
Hujan yang mengguyur selatan Jakarta sejak sore, seakan begitu hangat dalam nuansa ukhuwah.
Malam itu, adalah malam bina iman dan takwa bagi para kader Tarbiyah.
Mereka adalah potensi-potensi kebaikan yang dikumpulkan untuk menghasilkan daya tarik yang besar bagi agenda dakwah ini.

Materi malam itu memang tidak berkaitan dengan potensi kebaikan, tentang silaturahim sebenarnya, namun ada kaitan yang sangat dekat dakwah dan potensi kebaikan.

Mari sejenak kita baca kembali sejarah, tentang silaturahim Rasulullah saw kepada keluarganya, kepada sahabat dekatnya yang mengajak mereka kedalam islam. Dalam konteks silaturahim, Rasulullah mengutamakan keluarga dekatnya terlebih dahulu untk menerima dakwah ini, atau setidaknya mendapat dukungan dan simpati dengan dakwah ini. Selain itu, Rasul juga menghimpin sahabat-sahabatnya yang berpotensi untuk membantu dakwah ini, menjadi magnet sehingga mampu memberi daya tarik yang besar. Seperti kita ketahui, ada Abu Bakar Ash Shidiq seorang saudagar dan juga tokoh di kota mekah saat itu. Ada juga sahabat Utsman bin Affan, seorang pedagang yang kaya, Hamzah bin Abdul Mutholib yang ditakuti karena kekuatan dan ketangguhannya dalam berperang. Dan sahabat-sahabat lainnya yang menjadi kekuatan dalam menyebarkan islam di kota Mekah saat itu.

Pelajaran pertama dari sepenggal kisah diatas adalah silaturahim kepada keluarga dan sahabat terdekat, serta sahabat yang memiliki potensi kebaikan dan kekuatan dalam menyebarkan dakwah ini.
keluarga yang akan menjadi tameng pertama ketika menghadapi serangan dari para musuh dakwah. keluarga yang akan menjadi sumber kekuatan bukan penghalang.
Potensi yang kedua ada pada sahabat terdekat. ya, karena merekalah yang mengetahui diri kita, mengetahui kejujuran kita, mengetahui aktivitas kita sehingga mereka yang harus kita ajak, yang harus kita berikan pemahaman tentang dakwah ini karena merekalah yang nantinya akan menjadi teman perjuangan.
dan selanjutnya, adalah tokoh, pemuka masyarakat, pengusaha sukses, orang yang kuat secara fisik mungkin dan lainnya yang kiranya bisa menjadi penyokong dan pembela dakwah ini yang telah memiliki daya tarik yang besar dilingkungannya.

Mari kita baca juga memoar Imam Syahid Hasan Al Bana.
dalam suatu majlis yang beliau adakan, beliau didebat atau ditantang oleh seorang yang hadir saat itu tentang islam. Saat itu memang sangat sedikit orang-orang yang hadir pada majlis Hasan Al Bana, karena memang beliau baru memulai menyebarkan dakwahnya. Namun, Hasan Albana tahu kalau orang tersebut hanya mengetes pengetahuannya. Dengan begitu bijak dan penuh hikmah beliau menjawab dan menjelaskan apa yang ditanyakan oleh orang itu. Namun, karena tidak terima orang tersebut malah pergi dari majlis beliau.
Setelah selesai, ustad Hasan Albana kemudian membeli beberapa buku dan memberikannya kepada sang penannya tadi.
Esoknya, sang penanya tadi mengajak seluruh teman-temannya untuk menghadiri Majlis ustad hasan Albana.

Mari kita petik hikmah dari kisah diatas. Kunci dari tersebarnya dakwah dan kuatnya jama’ah adalah silaturahim. Ya! betul! Meskipun kepada orang yang mengejek atau berbuat jahat kepada kita sekalipun.

Silaturahim,cara kita menyambungkan kasih sayang, cara dakwah memperkenalkan dirinya, cara yang lebih mempunyal hasil yang dapat diukur adalah dengan Silaturahim. Kepada Keluarga, Sahabat, Tokoh, dan manusia-manusia lainnya yang berpotensi dalam memberi gaya tarik yang besar dalam menopang beban dakwah ini.

Semoga para kader (yang malam itu hadir dan juga yang berhalangan) bisa saling bersilaturahim dalam membentuk dan menghimpun potensi kebaikan. Dimanapun kita berada.
Wallhu’alam.

Jakarta, 14 Mei 2011.
Ditulis pada tanggal 16 Mei 2011
@ Markaz Jatipadang

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Mei 2011 in Dakwah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: