RSS

Dahsyatnya Socmed dan Pengelolaannya by Indra J Piliang

08 Jan
Image
 
Kultwit angin malam @IndraJPiliang tentang Socmed dan pentingnya publik figur mengelolanya.
 
1. Kita mulai soal socmed, ya. Alurnya dulu. Socmed itu ada pd posisi pertama sbg sumber informasi. Ia langsung masuk ke genggaman anda.
2. Socmed itu hulu berita/informasi » media online » radio » televisi » koran » majalah » buku sbg muara. Socmed paling cepat.
3. Krn ruangnya terbuka, informasi di socmed datang dari mana saja: akun2 pribadi, akun2 lembaga, anonim, siapapun. Di sini perlu jeli.

4. Krn penyelia info tercepat dan pertama, yg terpenting adalah akurasi di socmed. Akurasi didptkan dari akun yg bisa dipercaya.

5. Jd, salah kalau ada yg menganggap socmed tdk penting. Socmed penting, asal dipegang sendiri atau diadminin oleh org terdekat.

6. Socmed jg jd semacam Kotak Pos bagi politisi. Fungsi Kotak Pos ya menerima surat. Sbg kanal. Jd, org tdk susah menghubungi.

7. Socmed bisa jd area utk memberikan kutipan2 langsung ke pers, instruksi2 ke konstituen, testimoni, sampai ke posisi2 politik.

8. Idealnya, socmed dikelola sbg bagian dari manajemen organisasi. Divisi Digital atau apalah. Jd, ada struktur dlm akun2 yg dipakai.

9. Cth, akun2 BOT yg menyerang sy dlm 3 hari ini hulu dan hilirnya dikendalikan akun ini » @commander2031. Setiap akun memfollownya.

10. Pola kerja akun induk ini » @commander2031 sederhana. Dia ambil berita online, dia sebar via ratusan akun, tembak ke akun2 tertentu.

11. Di socmed, krn ada jutaan akun, anda tdk bisa pilah bhw satu akun adalah kawan, akun lain adalah lawan. Bisa jd keduanya satu admin.

12. Ada akun yg kerjanya mengumpulkan informasi, ada yg menyebarkan informasi, ada yg memancing akun lain utk twitwar, ada yg mengamati.

13. Akun politisi yg baik adalah yg terus menerus fokus ke satu atau dua isu strategis. Diluar itu, akun yg scr aktif bicara ttg dapilnya.

14. Tdk byk org yg peduli pd isu2 spesifik, krn butuh keahlian. Tdk byk jg yg mau tahu ttg daerah tertentu, krn butuh kepedulian.

15. Ketika anda tweet isu tertentu, akun2 lain yg suka akan komen. Di sini anda akan punya satu klpk ahli. Jaringan bisa dibentuk.

16. Ketika anda bicara ttg daerah2 tertentu, akun2 lain yg peduli jg bereaksi. Di sini anda ketemu dg “konstituen” di dapil anda.

17. Krn sifat socmed adalah social media, apapun yg anda perbincangkan terkait dg itu. Relasi anda dg akun lain jg dlm artian sosial itu.

18. Sy tdk tahu dari hampir 120.000 followers sy, berapa yg org2 Golkar. Dugaan sy — bukan Densus 88 ya — ada sekitar 10%.

19. Rata2 kemanapun sy pergi di dunia nyata, ada saja yg bicara soal tweet2 sy. Ini menunjukkan ada org2 nyata yg membaca tweet2 sy.

20. Jadi, kalau ada 10 org sj berinteraksi dg akun anda, berarti ada 10 org yg bisa anda jdkan sbg teman dlm relasi sosial anda.

21. Makanya, kalau politisi, sebaiknya dlm tweet2nya menyebut dapilnya atau isu yg dia peduli. Itu memberikan tekanan khusus pd pembaca.

22. Caranya? Follow akun2 yg terkait dg dapil atau akun2 yg terkait dg isu2 khusus. Byk di socmed ini. Berinteraksilah. Bertanyalah.

23. Politisi mapan biasanya bicara soal isu. Tp ada jg yg sekadarnya sj, memberi informasi yg berguna bagi publik dlm kesempatan pertama.

24. Jd, salah besar kalau anda suruh org lain yg mengelola akun anda. Pembaca pasti tahu itu bukan anda. Aplg yg kenal anda.

25. Cth kecil: ada akun anda, lalu tmn SMA anda atau tetangga anda mention. Lalu akun anda tak bereaksi. Itu justru negatif buat anda.

26. Kecele kan, pas ada tmn atau sahabat anda caper, berharap anda balas, tp anda spt Patung Selamat Datang di Bundaran HI? Kesel kan?

27. Atau kalau ada yg menyapa anda dlm bahasa daerah, nama kecil anda, acara yg pernah anda hadiri, dll. Yg admin anda tdk pahami.

28. Intinya, socmed ini bersifat pribadi bagi akun2 yg anda kenal. Mrk akan datang tanpa diundang memfollow anda. Perlakukan scr pribadi.

29. Inti yg lain, socmed ini kanal informasi, perlakukan sbg publik, aplg politisi adalah figur publik. Anda bukan siapa2 tanpa publik.

30. Demikian secuit-duacuit soal socmed. Sbg pelaksanaan atas janji #AnginMalam saya. Terlebih terkurang, mhn dimaafkan. Salam ta’zim.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Januari 2014 in Biografi

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: