RSS

Kajian Ramadhan 1 : 3 Momentum Ramadhan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 Juli 2013 in Kajian

 

Model Pembangunan Manusia ala PKS

Kultwit Tentang Model Pembangunan Manusia ala PKS.

1. Seorang pns yg baik. Faham agama. Sedang galau. Krn teman2 satu kantornya byk yg gak jujur. Ia ingin mengubah tp hny sendirian.

2.setiap ketemu beliau sering curhat. Menceritakan setiap pengalamannya menolak ajakan makan2, jalan2, dll yg uangnya gak jelas darimana

3. Pernah suatu hari beliau ngasih saran, “jgn jadi pns, byk uang2 gak jelas”. Maklum. Beliau dipajak. gub yg baik blm berpengaruh byk.

4. Apakah sudah separah itu? Saya bertanya dln hati. Namun yg pasti. Ada dua pendekatan menghadapi masalah ini. Manusia dan jumlah manusia.

 

5.satu lagi pendekatan kualitas manusia. Ketiga pendekatan yg bisa mengubah wajah indonesia hari ini. Insya allah.

 

6. Pelaku utama birokrasi adalah manusia secara pribadi. Maka utk mengubah kondisi biokrasi saat ini. Ubahlah manusianya secara pribadi.

 

7. Hrs merasa diawasi. Oleh yang Maha Mengawasi. Selain sistem yg ketat tanpa celah suap/korupsi. Hrs punya tanggungjawab amanah tinggi.

 

8. Kasus teman saya. Beliau bertanggungjawab dlm pekerjaan. Anti suap/korupsi. Taat ibadah. Ingat akhirat. Tapi teman2 n atasan? Tidak.

 

9. Jadilah ia sendiri. Ingin mencoba mengubah lingkungan. Apa daya. Sekuat tenaga berjuang akhirnya galau juga. Tp ttp jaga prinsip.

 

10. Satu orang baik ternyata tidak cukup. Butuh pendekatan kedua yaitu jumlah manusia. Butuh penambahan orang2 baik utk berjuang.

 

11. Manusia2 yg secara pribadi sudah punya prinsip anti suap/korup. Manusia yg baik. Ketika dikumpulkan akan jadi kekuatan besar. Bongkar.

 

12. Tentunya akan ada perlawanan dari pelaku2 negatif. Tp setidaknya kita punya kawan. Tidak sendiri. Pelan tapi pasti. Bongkar

 

13. Kawan saya. Seorang pns galau butuh kawan utk melawan perilaku suap/korup dilingkungannya. Hal itu sangat dirasakannya.

 

14. Ketika manusia secara pribadi sudah memiliki integritas tinggi. Amanah. Dan kmudian manusia2 seperti ditambah/dikumpulkan.

 

15.maka butuh satu pendekatan lagi utk menyempurnakan perlawanan thdp suap/korup. Yaitu kualitas manusianya. atasan/pemimpinnya.

 

16. Pengambil keputusan dan kebijakan haruslah manusia2 yg baik. Yg jujur. Sepanjang hidupnya. Dari hal2 pribadi. Dari hal2 yg kecil.

 

17. Ketiga elemen ini hrs sinergi dan bersamaan utk mewujudkan birokrasi yg bersih. Anti suap. Jelas keuangannya.

 

18. Banyak kasus di negara ini yg tdk ada sinergi dalam birokrasi. Ketika pemimpinnya baik. Namun bawahannya korup. Meski ada ancaman.

 

19. Meski ada ancaman. Bawahan yg buruk tdk mempan. Mrk jd lebih hati2 n lihai berbuat curang. Baik hny pas sidak aja. Diluar itu sama aja.

 

20. Itulah kenapa pendekatan memanusiakan manusia yg penting. Pembinaan yg terus menerus. Kalau manusianya baik. Tak perlu ada ancaman.

 

21. Pun sebaliknya. Jika bawahnnya baik. Namun atasannya buruk. Korup. Otoriter. Maka yg ada adalah pemberontakan. Tdk sejalan.

 

22. Bawahan tak punya jalan. Hrs menuruti sistem atasan. Yg berani melawan. Didepak. Yg bertahan kerja dgn terpaksa. Tekanan batin.

 

23. Inilah perjuangan yg hrs kita kerjakan. Bukan hanya kritikan dan hujatan. Tapi masuk kedalam. Menambah sebanyak2nya pelaku kebaikan.

 

24. Selain itu. Memenangkan pemimpin2 yg berintegritas dlm pemilihan caleg. Pilkada.pilbup. Menyatukan dua elemen. Pemimpin dan yg dipimpin.

 

25. Butuh kerja panjang melakukan revolusi itu semua. Butuh kekuatan dan nafas panjang. Jgn bosan. Krn perjalanan masih panjang.

 

26. Semoga akan segera hadir manusia2 baik n terbaik yg mengisi setiap lembaga di negara ini. Menjadikan indonesia yg adil dan sejahtera.

 

27. Model pembangunan manusia seperti ini, pribadi, kolektif, dan pemimpin, saya lihat ada didalam kaderisasi/pembinaan di PKS

 

28. Di PKS, ada pembinaan secara pribadi, ada target2 pribadi, ada standarisasi kader yg harus dicapai. Dan ini dilakukan setiap pekan.

 

29. Pribadi2 ini kemudian dikumpulkan dalam satu kelompok, yg kemudian akan lebih dimatangkan, terutama dalam hal kerjasama, setiap pekannya

 

30. Kelompok inilah yang dididik PKS untuk menjadi calon pemimpin masa depan. itulah kenapa PKS disebut school of leadership.

 

31. Maka lengkaplah model manusia yang akan membangun bangsa ini. Matang secara pribadi. kuat secara kolektif dan tegas dalam memimpin.

 

32. itulah model pembangunan manusia PKS. stok2 pemimpin muda yg berkualitas. cerdas. berkarakter kuat. amanah dan tanggungjawab.

 

33. Semoga semakin banyak muncul manusia2 PKS di pemerintahan diberbagai tingkat, dan membongkar semua suap/korup. insya Allah.

 

34.Meski hujatan utk proyek kebaikan ini datang menghadang, langkah kita adlh langkah panjang. jiwa kita adlh jiwa pejuang. raih kemenangan.

 

35. Terakhir , doa dan salam cinta saya, kepada teman2 PKS dimana saja, semoga tetap istiqomah dalam berjuang. salam perjuangan.

https://twitter.com/fajr_fatahillah

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Maret 2013 in Politik

 

Kenapa harus benci PKS?

wallpaper-pks-6-1280x800

 

 

 

Sejak berdiri dan mendapat kepercayaan masyarakat. Sudah byk pihak yg benci kepada partai ini. sampai sekarang. kenapa?? #benciPKS

sedikit saja melakukan kesalahan langsung dibully, dihujat, seakan-akan partai ini adalah partai terburuk & terjahat di Indonesia #benciPKS

3. Saya jadi heran, kenapa ada yang benci dgn PKS ya?? apakah partai ini memang pantas dibenci?? #benciPKS

4. Kenapa harus benci dengan PKS? padahal kader2nya sangat cinta Allah. Tuhan Yang Maha Esa. perintah wajib n sunnah dikerjakannya #benciPKS

5. membaca Alquran menjadi amal sehari-harinya. apakah ada partai lain yang mewajibkan kader2nya taat beribadah?? #benciPKS

6. kenapa harus benci PKS?? padahal kader2nya sangat cinta Nabi dan RasulNya. Sholawat selalu dilantunkannya #benciPKS

7. Kenapa hrs benci PKS?? Padahal kader2nya sgt cinta kpd keluarganya, kepada anak2nya, kepada istri/suaminya. #benciPKS

8. Kenapa harus benci PKS?? padalah, cinta kepada umat dan bangsa ini jauh lebih besar dari cinta kepada diri sendiri. #benciPKS

9. Cinta. inilah pasukannya para kader PKS. Cinta yg mengubah benci. Cinta yg meraih simpati. Cinta yg tak pernah habis. #benciPKS

10. seperti cinta salah satu anggota dewan PKS di Tasikmalaya. demi rakyat dan umatnya. gaji bulanan. fasilitas kantor utk rakyat #benciPKS

11. Cinta kpd rakyat yg buat urungkan niatnya membangun rumah. yg saat ini hanya berdinding tembok dan bilik yg kalau hujan bocor #benciPKS

12. pernah suatu ketika uang utk kampanye diserahkan kpd tukang becak utk sekolah anak2nya. pantas gak orang seperti ini dibenci? #benciPKS

13. mobil kantorpun disulap jadi mobil rakyat utk mengantar hajatan,utk mengantar ke rumah sakit. dll beginilah sang pasukan cinta #benciPKS

14. lain lagi dengan salah seorang pengurus PKS di pasar minggu, cinta yg membuat beliau mengajar pagi, siang, bahkan malam. #benciPKS

15. muridnya dari berbagai kalangan, majlis taklim, pelajar, profesional. dll meski jarak ckp jauh namun tetap beliau tempuh #benciPKS

16. Kenapa orang2 seperti ini harus dibenci?? mungkin byk yg belum tahu, yg mereka tahu hanya dari media2 saja. #benciPKS

17. namun yang pasti, kader2 PKS ini membalas benci dengan cinta. membalas cacian dgn pujian. membalas fitnah dengan indah #benciPKS

18.benci jadi cinta. Cinta yang meresap dalam setiap aktivitas politiknya. aktivitas pengorbanannya. aktivitas hariannya #benciPKS

19. Cintalah yang menggerakan kader2 PKS bekerja melayani umat. terjun ke masyarakat. banjir.kebakaran.pelayanan kesehatan. dll #benciPKS

20. Cintalah yang menggelorakan semangat kader2nya memenangkan cagubnya, cawalkotnya, cabupnya. Cintalah yg membuat semangat terpancar kuat.

21. Cintalah yang membuat mereka geriliya ke kampung2, membantu masyarakat sekitar. membuka posko2 utk masyarakat. #benciPKS

22. Terlalu banyak CINTA di partai ini (PKS), terlalu banyak sehingga tidak ada tempat bagi pembenci. #benciPKS

23. terakhir saya ingin nyatakan kepada para kader & simpatisan PKS dimana saja, Saya mencintai kalian semua, tak ada #benciPKS. hanya CINTA

24. Salam cinta utk semua pelaku kebaikan. dan salam cinta utk para pembenci. pemfitnah dan penghujat. kenapa harus #benciPKS?

https://twitter.com/fajr_fatahillah

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Maret 2013 in Politik

 

Badai Politik PKS

Gambar

badai belum berlalu, masih banyak terjangan2 badai yang akan menghadang bahtera ini, msh byk tusukan yg membuat perih dan sakit luar biasa.

tapi, hebatnya PKS adalah, referensi mereka adalah referensi langit dan bumi, sumber kekuatan dan motivasi yang membangkitkan seketika.

3. tak menunggu dua bulan tiga bulan, cukup dua hari, semangat kader PKS bangkit kembali setelah @anismatta menjadi Presiden. Sang motivator

4. Padahal pengamat byk prediksi, PKS bakal hancur di 2014. Itulah bedanya PKS, latar belakang dan teori politik mereka berbeda.

5. Teori politik mereka adalah sejarah Nabi Adam sampai Nabi Muhammad. sedangkan teori politik pengamat hanyalah teori2 barat.

6. maka tak heran, jika hasilnya pun berbeda, PKS menang di Jabar dan Sumut. Dan di Sukabumi. Teori pengamat salah. sampai sejauh ini.

7. hari ini, badai2 itu masih terus menerjang sampai 2014 nanti mungkin. penggembosan suara PKS. byk “kasus2 yg aneh” menimpa PKS.

8. Inilah tantangan besar, badai besar yg hrs dilalui oleh PKS, terutama oleh kader2 di akar rumput.

9. beban besar PKS ini hrs dipikul oleh orang2 kuat. kader2 solid. dan salah satu penguatnya adalah sejarah dan ibadah.

10. PKS hrs belajar sejarah dari partai2 sebelumnya, seperti Masyumi. atau dari sejarah2 partai Islam di negara2 demokrasi.

11. pembelajaran yg wajibnya adalah sejarah dalam Al quran dan sunah, sejarah para Nabi dan pembawa risalhnya.

12. Sejarah itu terbentang luas dari Nabi adam sampai Nabi Muhammad. Sejarah ketika terjadi konflik, sejarah menghadapi penguasa zalim

13. sejarah ketika berkuasa, sejarah menghadapi fitnah dan musibah. sejarah ketika lalai dan bersalah. semua lengkap. inilah yg beda dr PKS

14. referensi mereka lengkap, dari langit dan bumi. maka, akan sulit memprediksi PKS. krn secara teori politik pun beda

15. sejarah yg akan membangkitkan gairah dan semangat PKS dlm menghadapi tantangan perpolitikan Indonesia. kekuatan lain adalah ibadah.

16. faktor spiritual, kader2 PKS memiliki target2 spiritual harian yg hrs dilaksanakan. kenapa? krn itulah imun menghadapi tekanan hidup.

17. Sholat berjamaah di mesjid, sholat subuh berjamaah, membaca Al quran 20 halaman per hari, sholat duha 7 kali/minggu, tahajud, dll

18. itulah sumber kekuatan PKS. faktor spiritual dan sejarah kejayaan islam. maka, badai2 apapun yg akan menerjang PKS, sulit meruntuhkannya

19. selama sumber kekuatan kader2 masih tumbuh subur dan melekat kuat. meski seluruh elit dan pimpinannya ditangkap. PKS tak butuh figur

20. PKS adalah partai Kader, partai pencetak pemimpin2 muda Indonesia, ada byk potensi disana. ada byk yg siap memimpin Indonesia.

21. 2014 akan sangat ditunggu, apakah badai2 PKS akan meruntuhkan mereka di pemilu mendatang ataukah akan naik menjadi pemenang.

22. Yang menjadi fokus utama PKS sekarang adalah, memperkuat akar rumput, cerdas menghadapi badai masalah, dan terus ciptkan cahaya kebaikan

23. melaui program2 menyentuh desa yg kerap dilakukan kader2 akar rumput, operasi katarak gratis, bedah rumah patungan, pelayanan kesehatan

24. melalui pendidikan2, kegiatan2 kewirausahaan, dll,, semua elemen bekerja tak terpengaruh media, Fokus dan Fokus,

25. Semoga badai2 itu akan terus ada, dan menguatkan militansi kader2 PKS disetiap daerah dan kota, menjadikan PKS lebih dicinta.

Kultwit @fajr_fatahillah

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Maret 2013 in Biografi

 

Keraguan Memimpin Negara

Gambar
Dalam perkembangan dakwah yang kita senantiasa baca dan pelajari, bahwa urutan tarbiyah ini bermula dari memimpin diri sendiri dan kemudian memimpin negara.
Materi-materi pekanan yang menghiasi majlis liqoat sudah sering kita baca dan pelajari.
Pekerjaan-pekerjaan dakwah, amal sosial dan kegiatan-kegiatan dakwah sudah sering kita lakukan.
Gerakan tarbiyah yang bermula dari gerakan sosial, dan gerakan bawah tanah, sekarang sudah menjadi gerakan dakwah yang besar.
Apakah dulu kita pernah membayangkan akan seperti sekarang?
Apakah dulu kita pernah hitung-hitungan ketika memunculkan gerakan tarbiyah di permukaan negara bernama indonesia?
Tapi apa yang kita lihat sekarang?
Gerakan tarbiyah telah menjalar ke seluruh aspek dan elemen negara ini, dengan keterbukaannya, dengan kehangatan dan kesungguhan memberikan amal terbaik bagi bangsa ini.
Lalu kenapa hari ini kita selalu bertanya-tanya, apakah ketika gerakan ini dipercaya memimpin indonesia, mampu mensejahterakan rakyatnya? Dan mendeliverykan setiap gagasan dan ide menjadi program dalam pemerintahan?
Dan dalam keraguan itu ada satu lagi penyakit yang menghambat keyakinan, yaitu keraguan dalam mempersatukan narasi keumatan.
Wahai ikhwah
Gerakan ini, yang telah dideklarasikan oleh imam syahid hasan al banna, adalah gerakan yang hendak mempersatukan narasi-narasi yang saat itu mengalami perpecahan dan pemisahan-pemisahan.
Yang kemudian dimanifestasikan dalam politik pemerintahan saat ini.
Dan jauh sebelum itu, rasulullah saw telah membangun satu basis gerakan yang bermula dari tarbiyah yang kemudian mampu memimpin negara dengan ide dan gagasannya. Dan itu semua berhasil dilakukan ditengah masyarakat jahiliyah yang awalnya ragu dengan gerakan yang dibawa oleh rasulullah saw.
Lalu,kenapa hari ini kita ragu dan takut,jika satu saat kita memimpin negara ini, takut tidak mampu dan tidak bisa.
Tidak ada yang menyangka ketika tiga ratusan kaum muslimin mampu mngalahkan ribuan pasukan kafir quraisy.
Satu kunci yang bisa kita petik adalah sakinah qalbiyah. Ketenangan dan kemantapan hati dan batin dalam meraih kemenangan.
Maka kunci ini, adalah kunci yang tak tergantikan sepanjang jaman.
Kunci inilah yang harus kita gunakan dalam meraih setiap kemenangan.
Kunci inilah yang akan mengilangkan setiap keraguan.
Bahwa kemenangan akan hadir dan menyebarkan kabar kbaikannya kepada kawan dan lawan.
Bahwa kemenangan ini adalah kemenangan semua kalangan.
Bahwa kemenangan ini adalah kemenangan dari narasi keumatan yang telah bersatu dan yakin dengan kemampuan dan kekuatan diri.
Maka. Tidak ada lagi keraguan.
Karena pada saatnya. Kitalah yang akan mengambil alih tongkat kepemimpinan bangsa ini. Dan yakinlah. Bahwa kita mampu memberikan keadilan bagi bangsa ini dalam kesejahteraan.
Sejarah telah membuktikan. Kenapa harus ragu?
Sudahkan ada kemantapan hati dalam diri antum sekalian?
Bahwa kemenangan sebentar lagi akan singgah ditangan kita!
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Maret 2012 in Dakwah

 

Tag:

Karena Cinta, Ia Kembali Bahagia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Satu bulan sudah, farid berkutat dengan lingkaran kekecewaan, ada yang hampa dalam hidupnya, hilang arah  tanpa tujuan, kini ia hanya menjalankan rutinitas kuliahnya saja, tanpa ruh dan semangat dakwah yang tinggi.
Dalam jangka waktu itu, ia pun hilang dalam lingkaran ukhuwahnya, tanpa kabar, ia sengaja menutup dirinya, ada perasaan malu, kecewa, marah, bercampur dalam satu warna hatinya. Meski ajakan untuk kembali ngaji terus menerus dilakukan oleh teman-temannya, tetapi ia kerap menolak dengan berbagai alas an.
“aduh, tugas hari ini banyak banget, mana besok harus dikumpulin”, gumam farid, sedikit menggerutu.
“ya sudah, tidur dulu aja ah, besok pagi aja ngerjainnya”, dengan pasrah, ia menyerah dengan kumpulan tugas-tugas kuliahnya. Maklum, menjelang semester akhir, belum lagi skripsi yang belum mendapat restu dari dosen pembimbingnnya.

“Astaghfirullah, sudah jam 5, Innalillah”, secepat kilat ia meluncur ke kamar mandi, menggosok gigi sekali gosok, dan wudhu dengan cepatnya.
“Assalamu’alaikum warahmatullah wabakaratuh, Assalamu’alaikum warahmatullah wabakaratuh.”
Dalam salam terakhir itu, yang Ia ingat adalah tugas-tugasnya yang masih berserakan dimeja, namun seketika ia panik, karena jam sudah menunjukkan pukul 6.15, ia ingat janji bertemu dosen pembimbing hari ini.
Setelah mandi sekedarnya, ia bergegas dengan sepeda motornya, sesampainya di lampu merah, karena terburu-buru, farid berusaha menerobos , namun tiba-tiba,  dari sebelah kanan meluncur mobil dengan kecepatan tinggi yang langsung menabrak farid.
Gubrak!
“Astaghfirullah”, dengan jantung berdebar dan tubuh yang berkeringat, ia tersadar dari tidurnya.
“Alhamdulillah, hanya mimpi”.
Sesaat kemudian ia beranjak menunu kamar mandi, dan menenangkan dirinya dengan basuhan air wudhu. Mimpinya tadi terasa begitu nyata. Jiwanya kembali tenang.

——————————————————————

“Assalamu’alaikum, akh hari ini bisa ketemu gak”?
Satu nomer tidak kenal, membuat farid bertanya-tanya.
“Alaikumsalam, afwan. Ini dengan siapa? Insya allah ana siang ini kosong, kalau pagi mau ketemu dosen pembimbing”.
“oia, afwan, ana imam, suaminya hani. Ba’da dzuhur kita ketemu di mushola ya akh. syukron”, jawaban singkat dari nomer yang tidak dikenal.
Berjuta Tanya memenuhi ruang pikiran farid. Hanifah. Nama itu kembali muncul ketika farid berusaha melupakannya. Namun, ini dari suaminya. Apa yang ingin dibicarakan, farid menebak-nebak maksud imam, suaminya hani.

“Akh, ana dideket perpustakaan, pake kemeja biru, antum dimana? Ana tunggu disini yah”.
satu pesan masuk.
“Assalamualaikum, akh imam?”, Tanya Farid.
“iya, antum Farid?”, Tanya imam.
“iyah akh”.
“alhamdulillah, kita ngobrol disini aja yah, ana bawa martabak ini, dimakan akh, santai aja yah ngobrolnya”.
Suasana sejuk, santai, dan bersahabat, menambah akrab suasana siang itu. Udara yang panas, seakan tak berasa.
“gini akh”, imam mulai membuka pembicaraan.
“Ana tahu tentang cerita antum dari istri ana. Guru ngaji antum bilang ke hani waktu itu, kalau antum bermaksud menikahinya, namun antum belum siap.  Seketika itu hani serba salah, ia ingin menerima dan menunggu antum, tetapi disisi lain, ia tidak mau menyakiti perasaan sahabatnya”.
“Maksud antum?” Tanya farid, menyela cerita akh imam.
“Sebenarnya ada akhwat yang memiliki kecenderungan sama antum, dan akhwat itu hanya menceritakan perasaannya kepada hani, teman satu halaqahnya”.
“ Karena tidak ingin menyakiti perasaan sahabatnya, hani meminta kepada guru ngajinya untuk mencarikan seorang ikhwan segera, agar bisa menutup pintu harapan antum. Dan seketika itu, ana dikenalkan oleh guru ngajinya, selang sebulan, kami pun sepakat untuk menikah. “
“Istri ana, Hani, ingin sahabatnya berjodoh dengan antum, karena menurutnya, kalian cocok dan serasi.
“Ana boleh tahu siapa akhwat itu”, Tanya farid penuh heran.
“Kata istri ana, antum pasti kenal. Katanya, kalian pernah ketemu saat baksos dulu.”
“Ana minta kontak guru ngaji antum aja, biar nanti bisa langsung diproses”.
“Tapi, ana gak tahu siapa akhwatnya akh, ana harus tahu dulu, baru bisa diproses”, jawab farid.
“lagipula, sudah sebulan ini ana gak ikut ngaji lagi akh”, lanjutnya.
“Loh. Kenapa akh?”, Tanya akh imam dengan kagetnya.
“akhi, dalam kondisi apapun, ruh kita perlu dijaga, salah satunya dengan mengikuti pengajian, yang tidak hanya ilmu yang disampaikan, akan tetapi ukhuwah atau persaudaraan. Ukhuwahlah yang membuat ruh kita bersemangat dan meningkat”.
“ana akan kasih tahu siapa akhwat itu, tetapi melalui guru ngaji antum”.
“thayyib, ini nomernya, nanti ana kontak beliau, sebenarnya, ana juga kangen, pengen kembali bersama  teman-teman pengajian. Ana butuh mereka, dan ana butuh dakwah bersama mereka”.
“thayyib, Alhamdulillah, segerakan menuju ampunan dan surga Allah akhi, berkumpulah dengan orang-orang soleh.”

Obrolan panjang siang itu, terasa menyejukkan suasana farid.
Ia seakan mendapat kekuatan besar yang menggerakan langkahnya, bukan tentang siapa akhwatnya. Akan tetapi, keinginan kuat untuk kembali mengikut pengajian pekanan, bersama guru dan teman-temannya itulah yang membuat farid begitu bersemangat.

“Assalamu’alaikum, afwan ustad, ana farid, ana boleh ikut pengajian lagi gak ustad?”
“Alaikumsalam, akhi farid, kita semua kangen sama antum, setiap ajakan kita gak pernah antum pedulikan, namun, dalam setiap akhir pengajian, kita selalu berdoa untuk antum. Alhamdulillah, Allah mengabulkan doa ana dan teman-teman antum, seperti biasa, kita liqo setiap malam jumat, kali ini di rumah ana.”
“Oia akh, akhwat yang diceritakan akh imam, namanya Ulfa. Kalau antum sudah siap dan ok, biar pekan ini bisa langsung diproses.”

“Iya Ustad, insya Allah, kalau menurut Ustad, akhwat ini cocok dan baik untuk ana, insya Allah, ana percaya sama ustad.”
“Thayyib, insya Allah. Jangan lupa yah, malam jumat liqo dirumah ana, dan nanti akhir pekan, antum ke rumah ana yah, biar langsung ta’aruf sama akhwatnya.”
“Iyah Ustad, syukron”.
Setelah menutup telponnya. Ia merebahkan dirinya.

Farid membuka memorinya, mengingat-ingat satu nama, Ulfa.
kemudian ia teringat dengan satu sosok yang begitu menjaga hijabnya, yang menjaga pandangannya, sosok yang anggun.  Apakah, sosok itu yang bernama Ulfa? Yang selalu dibicarakan oleh teman-temannya? Yang terkenal dengan kebaikan akhlak dan agamanya?
Farid kembali bertanya-tanya.  Namun, yang membuatnya bersemangat, bukan karena akhir pekan ini ia akan ta’aruf dengan seorang akhwat, tetapi, pertemuan kembali bersama sahabat-sahabat perjuangan.
Kini ia sadar, apa yang menurutnya baik, belum tentu baik menurut skenario Allah.  Dalam kasus jodoh,
lelaki yang baik, insya Allah akan mendapatkan wanita yang baik. Kini, farid berusaha memperbaiki dirinya, memperbaiki kembali niatnya, dan yang lebih utama, memperbaiki imannya.
Seketika ia ingat akan firman Allah,
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)

Karena cinta, membuat kita bahagia.
Cinta suci, cinta yang mengilhami.
Cinta kepada yang Maha Mencintai.
Inilah kebahagiaan hakiki.
Cinta bersama para pecinta.
Dijalan CintaNya para Pejuang dakwah
Cinta inilah, yang kan menghantarkan kita kepada belahan jiwa.
Cinta inilah yang membuat kita bahagia.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 3 Januari 2012 in Cerpen

 

Karena Cinta, Ia Mundur Tanpa Berita

“Assalamu’alaikum. Akh, pekan depan bisa ngisi pengajian di majlis taklim mushola al ikhlas akh? Materinya tentang pentingnya akhlak dalam pergaulan.
Syukron”
“Ya. Insya allah akh”.

Hampir tiap pekan akh farid mendapatkan sms atau telp seperti itu. Dari yg sekedar ngisi kultum sampai menjadi khatib jumat.
Wajar saja, karena ia kuliah di salah satu kampus syariah ternama dikotanya.
Namun tidak hanya itu, ia juga aktif dalam kegiatan sosial di lingkungannya.

“Akh farid, pekan depan ada pengobatan gratis dan bazzar juga. Tempatnya didekat rumah antum. Bisakan antum kondisikan dan sekaligus publikasi buat acarnya.”
“Siap akh. Insya allah. Berapa target pesertanya?”
“Kalau untuk pengobatan 100 orang akh, kalau bazar mah satu kampug aja nte ajak, biar laris dagangan kita.. Haha”
“Haha… Oke bro.. Siap laksanakan..
Kalau begitu ana duluan. Langsung persiapkan strategi nih.
Assalamu’alaikum”
“Waalaikumsalam”

Farid bergegas meninggalakn masjid, tubuhnya yang tegap meski sedikit kurus melangkah dengan cepat menuju sepeda motor yang diparkir dihalaman.
Itu memang sifatnya. Selalu bersegara dalam menyambut amal dakwah.

Ini data ibu-ibu rw 4, ini rw tetangga, em..gimana kalau rw tetangga diajak juga biar tambah rame. . Pikir farid.
Kamar kosnya yang berukuran 3×3 meter itu dipenuhi dengan berkas dan data warga yang serig ikut dalam kegiatan sosial.
Ada juga data peserta majlis taklim rutin di mushola.
Kamar itu seakan menjadi kantor besar yang penuh dengan gagasan dan rencana masa depan.

Malam itu, saat teman-teman yang lain sudah pulang dari “lingkaran malam”, farid berbincang dengan murobinya.
Semilir angin dingin yang menusuk menemani perbincangan malam itu.

“Afwan, Ustad, sebenarnya, ada yang ingin ana sampaikan sama ustad.”
“Iya, akh, Tafadhal, ana siap mendengarkan.”
“Sebenarnya sejak beberapa bulan yang lalu, pikiran ana sedikit terganggu ustad.
ini mungkin yang menyebabkan kerja-kerja dakwah ini sedikit berkurang.”
“Memangnya, apa yang antum pikirkan?”
“Dalam setiap agenda-agenda dakwah, ana selalu bertemu dan bekerja dalam bidang yang sama dengan seorang akhwat.
Awalnya sih biasa aja, ana tetap menjaga hijab dan pergaulan. beliau pun juga demikian sangat menjaga hijab dan pandangannya.
namun lama-lama, entah kenapa, ane selalu menanti-nanti agenda-agenda sosial datang, selalu menanti saat rapat tiba,
bahkan kalau belum ada, ana sendiri yang inisiatif mengadakan agenda.
dan sekarang, pikiran ane jadi aneh ustad, sering melamun, semangat yang naik turun, dan yang lebih parah lagi, selalu saja ingin bertemu dengan akhwat itu.
“Antum sedang jatuh cinta akhi..”
“Jatuh cinta?? apa iyah ini yang namanya cinta ustad?? ane hanya kagum aja sama beliau.”
“iyah, itu cinta, cinta bisa timbul karena rasa kagum,
“Kalau memang antum sudah siap, dan berani, ana bisa bantu akhi”.
“Maksudnya Ustad??”
“iya, ana bantu taaruf dengan akhwat itu, daripada antum galau kayak gini, lebih baik dihalalkan saja”, papar ustad dengan tegas.
“Aduh, ana gak berani ustad, ana belum siap sepertinya, tabungan ana aja masih sedikit, ana masih kuliah sambil ngajar les dan bimbel. ana msh harus nabung dan siapin mental dulu nih ustad.”
“Ya sudah, kalau belum siap. nanti kalau udah, antm bisa hubungi ana ya”
“iya Ustad, insya Allah. Syukron ustad. Sudah malam , ana pamit dulu. Assalaumu’alaikum.”
“iyah. afwan, alaykumsalam”

Farid menjadi lebih bersemangat, setelah curhat pada malam itu, ia semakin bersemangat dalam aktivitasnya, ia mulai menabung dan mempersiapkan ilmu rumah tangga.
Setelah beberapa bulan, akhirnya farid bertemu dengan ustadnya, persis sama dengan malam ketika ia mencurahkan hatinya kpada sang Ustad.
setelah teman-temannya pulang dalam lingkaran ukhuwah itu, ia mengutarakan maksudnya.

“Ustad, afwan, ana insya Allah sekarang sudah siap, tabungan ana juga sudah cukup sepertinya. Gimana nih ustad, kapan kira-kira ana bisa ta’aruf dengan akhwat itu?”
sang Ustad kemudian meminum teh hangat didepannya, sambil mengambil nafas dalam-dalam, ia kemudian bercerita,
“afwan akhi, sepertinya, ana gak bisa membantu antum untuk taaruf dengan akhwat itu”.
“loh, memang kenapa Ustad? bukannya waktu itu antum mau membantu ana taaruf dengannya?”
“iyah akhi, masalahnya, akhwatnya sudah dikhitbah oleh lelaki lain. Afwan, kabar ini baru ana dapatkan minggu lalu, dan baru ana kabarkan ke antum malam ini”

hening… sunyi… malam itu, farid terdiam, perasaannya tak menentu, kadang ada rasa menyesal, kadang marah, kadang sabar dan pasrah, segalanya membaur dalam hati dan pikirannya.
Malam itu, ia pulang dengan tertunduk. Badannya yang tegap tiap kali melangkah, sekarang terlihat bungkuk dan lemah.
Ia Marah, terhadap dirinya, terhadap kehendakNya yang tidak sesuai dengan harapannya.
Malam itu, seakan semuanya gelap, ia sudah tidak bisa melihat dengan jernih, emosinya, amarahnya, rasa kesalnya, telah menutupi hati dan pikirannya.

“Sudah kumpul semua nih, afwan, ana agak terlambat, tadi anak ana agak sedikit panas, alhamdulillah, sekarang sudah tidur”
“afwan, ustad, akh farid belum datang, sudah ana sms dan telepon, tapi tidak ada jawaban.”
“oh gitu, sudah coba cek ke rumahnya?”
“belum ustad”
“thayyib, gak apa-apa, mungkin beliau telat dan ada urusan, kita mulai aja. Mcnya siapa malam ini?”
“mcnya akh irsad, khatirul imaniyah akh rijal, konsumsi biasa, tuan rumah, hehe”

Setelah hampir satu bulan, akh farid tidak pernah datang dalam halaqah pekanan, pun dalam agenda-agenda rabthul’am, dan dalam agenda-agenda dakwah.
teman-temannya sudah tidak bisa membujuknya, segala cara sudah dilakukan, namun, tetap tiada hasilnya.
akh farid semakin sulit untuk diajak kembali. Cinta, telah membuatnya buta, dan mundur tanpa berita.

————————————————————————————————
Perbaharui kembali niat kita dalam dakwah ini,
walaupun cinta kadang datang karena kekaguman,
walaupun cinta kadang menjadi semangat dalam berjuang,
namun, tetapkan cintamu, hanya pada yang Maha Mencintai
Cinta yang mengantarkan kita ke Surga,
Bukan Cinta yang membuat kita mundur tanpa berita,
Bukan cinta karena hawa nafsu semata.

* Afwan, kalau ada nama-nama yang mirip atau sama, itu hanya permisalan saja.

Jakarta, 11 Muharram 1433H

Fajar Fatahillah

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Desember 2011 in Cerpen