RSS

Arsip Tag: politik

Dahsyatnya Socmed dan Pengelolaannya by Indra J Piliang

Image
 
Kultwit angin malam @IndraJPiliang tentang Socmed dan pentingnya publik figur mengelolanya.
 
1. Kita mulai soal socmed, ya. Alurnya dulu. Socmed itu ada pd posisi pertama sbg sumber informasi. Ia langsung masuk ke genggaman anda.
2. Socmed itu hulu berita/informasi » media online » radio » televisi » koran » majalah » buku sbg muara. Socmed paling cepat.
3. Krn ruangnya terbuka, informasi di socmed datang dari mana saja: akun2 pribadi, akun2 lembaga, anonim, siapapun. Di sini perlu jeli.

4. Krn penyelia info tercepat dan pertama, yg terpenting adalah akurasi di socmed. Akurasi didptkan dari akun yg bisa dipercaya.

5. Jd, salah kalau ada yg menganggap socmed tdk penting. Socmed penting, asal dipegang sendiri atau diadminin oleh org terdekat.

6. Socmed jg jd semacam Kotak Pos bagi politisi. Fungsi Kotak Pos ya menerima surat. Sbg kanal. Jd, org tdk susah menghubungi.

7. Socmed bisa jd area utk memberikan kutipan2 langsung ke pers, instruksi2 ke konstituen, testimoni, sampai ke posisi2 politik.

8. Idealnya, socmed dikelola sbg bagian dari manajemen organisasi. Divisi Digital atau apalah. Jd, ada struktur dlm akun2 yg dipakai.

9. Cth, akun2 BOT yg menyerang sy dlm 3 hari ini hulu dan hilirnya dikendalikan akun ini » @commander2031. Setiap akun memfollownya.

10. Pola kerja akun induk ini » @commander2031 sederhana. Dia ambil berita online, dia sebar via ratusan akun, tembak ke akun2 tertentu.

11. Di socmed, krn ada jutaan akun, anda tdk bisa pilah bhw satu akun adalah kawan, akun lain adalah lawan. Bisa jd keduanya satu admin.

12. Ada akun yg kerjanya mengumpulkan informasi, ada yg menyebarkan informasi, ada yg memancing akun lain utk twitwar, ada yg mengamati.

13. Akun politisi yg baik adalah yg terus menerus fokus ke satu atau dua isu strategis. Diluar itu, akun yg scr aktif bicara ttg dapilnya.

14. Tdk byk org yg peduli pd isu2 spesifik, krn butuh keahlian. Tdk byk jg yg mau tahu ttg daerah tertentu, krn butuh kepedulian.

15. Ketika anda tweet isu tertentu, akun2 lain yg suka akan komen. Di sini anda akan punya satu klpk ahli. Jaringan bisa dibentuk.

16. Ketika anda bicara ttg daerah2 tertentu, akun2 lain yg peduli jg bereaksi. Di sini anda ketemu dg “konstituen” di dapil anda.

17. Krn sifat socmed adalah social media, apapun yg anda perbincangkan terkait dg itu. Relasi anda dg akun lain jg dlm artian sosial itu.

18. Sy tdk tahu dari hampir 120.000 followers sy, berapa yg org2 Golkar. Dugaan sy — bukan Densus 88 ya — ada sekitar 10%.

19. Rata2 kemanapun sy pergi di dunia nyata, ada saja yg bicara soal tweet2 sy. Ini menunjukkan ada org2 nyata yg membaca tweet2 sy.

20. Jadi, kalau ada 10 org sj berinteraksi dg akun anda, berarti ada 10 org yg bisa anda jdkan sbg teman dlm relasi sosial anda.

21. Makanya, kalau politisi, sebaiknya dlm tweet2nya menyebut dapilnya atau isu yg dia peduli. Itu memberikan tekanan khusus pd pembaca.

22. Caranya? Follow akun2 yg terkait dg dapil atau akun2 yg terkait dg isu2 khusus. Byk di socmed ini. Berinteraksilah. Bertanyalah.

23. Politisi mapan biasanya bicara soal isu. Tp ada jg yg sekadarnya sj, memberi informasi yg berguna bagi publik dlm kesempatan pertama.

24. Jd, salah besar kalau anda suruh org lain yg mengelola akun anda. Pembaca pasti tahu itu bukan anda. Aplg yg kenal anda.

25. Cth kecil: ada akun anda, lalu tmn SMA anda atau tetangga anda mention. Lalu akun anda tak bereaksi. Itu justru negatif buat anda.

26. Kecele kan, pas ada tmn atau sahabat anda caper, berharap anda balas, tp anda spt Patung Selamat Datang di Bundaran HI? Kesel kan?

27. Atau kalau ada yg menyapa anda dlm bahasa daerah, nama kecil anda, acara yg pernah anda hadiri, dll. Yg admin anda tdk pahami.

28. Intinya, socmed ini bersifat pribadi bagi akun2 yg anda kenal. Mrk akan datang tanpa diundang memfollow anda. Perlakukan scr pribadi.

29. Inti yg lain, socmed ini kanal informasi, perlakukan sbg publik, aplg politisi adalah figur publik. Anda bukan siapa2 tanpa publik.

30. Demikian secuit-duacuit soal socmed. Sbg pelaksanaan atas janji #AnginMalam saya. Terlebih terkurang, mhn dimaafkan. Salam ta’zim.

 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Januari 2014 in Biografi

 

Tag: ,

4 Kategori Pemilih, Tips Keren Untuk Caleg & Timsesnya by: @IndraJPiliang

4 Kategori Pemilih, Tips Keren Untuk Caleg & Timsesnya by: @IndraJPiliang

Gambar

 

1. Thn kultwit dimulai. Kita bicara soal bgmn menghadapi pemilih yg transaksional. Sangat tdk mudah. Berbeda cara antar daerah.

 2. Bagi pemilih jd 4 kategori: keluarga besar (+jaringan sosial), ideologis, mengambang dan transaksional. Kategori ini utk memudahkan sj.

3. Yg perlu dikejar terlbh dahulu adalah pemilih keluarga besar, tmsk kawan2 sekampung, sesekolah, seasal daerah, sesuku, seetnis, dll.

4. Pemilih keluarga besar ini yg punya hubungan dg kakek, nenek, buyut, bisa jg ditarik ke 1 abad lalu. Pokoknya yg diakui sbg keluarga.

5. Biasanya keluarga besar ini akan membantu dg tulus, bahkan dg fulus, dimanapun mrk berada. Jd, mrk hanya perlu dikasih tahu.

6. Pemilih keluarga besar tdk byk jmlhnya, sesuai dg perjalanan hidup masing2 caleg. Ttp mrk paling militan, hanya krn ingin bantu.

 7. Anda org Batak? Cari org Batak di dapil anda. Begitu seterusnya: Minang dll. Pemilih keluarga besar ini dpt dsbt sbg pemilih etnografis.

8. Berikutnya pemilih ideologis, biasanya yg sdh lama memilih partai, atau yg cenderung ke ide2 dominan di partai anda. Jmlnya jg sedikit.

9. Pemilih ideologis jg bisa dikaitkan dg pribadi anda sendiri. Ide2 apa yg anda bawa? Lalu cari org2 lain yg jg seide dg anda di dapil.

10. Tp, jgn tertipu, pemilih ideologis skrg byk yg berseragam. Organisasi anu, ormas ana, perkumpulan ani, dsbnya. Biaya besar.

11. Survei menunjukkan bhw afiliasi pemilih ke organisasi tertentu itu kecil. Mau agama, hobby, dll. Pemilih tdk terpengaruh organisasi.

12. Lbh baik bersentuhan dg aktivis organisasi tertentu di tingkat desa, drpd ikut duduk di dpn dlm acara organisasi itu di tingkat kab.

 13. Org Indonesia dlm berorganisasi mirip dg negara2 Skandinavia: 1 org gabung ke 9 organisasi. Bedanya: organisasi kita blm sehat.

14. Byk organisasi (ide) di Indonesia yg hanya papan nama. Sekali setahun blm tentu ada kegiatan, kecuali ulang tahun. Sasaran Bansos.

15. Bahkan lbh byk organisasi yg berupa kartu nama di proposal aja. Tak punya kantor. Jabatan rata2 Ketua Umum. Jarang yg punya anggota.

16. Kecuali organisasi profesi, tentunya. Kalau anda bisa masuk dg baik, jd sumur relawan2 militan. Mrk apolitis, tp ideologis. Sentuh.

17. Rata2 LSM di daerah tak berdaya. Byk yg merupakan LSM plat merah (pro rezim). Kalaupun ada yg advokasi, biasanya utk cari duit jg.

18. Sosok terhormat di daerah biasanya yg aktif di PNPM atau organisasi sejenis yg bekerja ad hoc & permanen utk dana2 APBN & funding.

19. Genk2 anak muda biasanya setia. Apakah organisasi motor (tanpa cabe2an), pendaki gunung, penyapu ranjau, dll. Asal anda tulus aja.

20. Jd, pengertian ideologis dlm tweet ini adalah perkumpulan ide di masyarakat. Apapun ide itu. Ide buang sampah sekalipun.

21. Berikutnya floating mass (massa mengambang). Ini lbh tdk terorganisir. Anda perlu kerja keras utk merangkul mrk. Kerahkan relawan.

22. Floating mass bisa didekati dg program2 relawan. Yg ringan2. Bakar2 ikan. Lomba mancing. Adu Panco. Yg murah dan meriah dan hahahihi.

23. Utk floating mass, anda tak bisa masuk dg idealisme anda. Anda hanya bisa masuk bila jd bagian dari mrk dan jd mrk. Mrk byk, tp pecah.

24. Spt kumpulan ikan di laut, anda bisa kasih sorot lampu utk mengundang floating mass. Lalu beri kesan. Sedikit pesan. Rumit? Iya.

25. Bgm dg yg transaksional? Byk cara hadapi. Yg utama: anda minta ketemu dg massa yg mrk sebut ada. Lalu anda hadirkan tokoh yg mrk kenal.

26. Klpk transaksional ini jmlhnya sedikit, tp mrk aktif 24 jam. Mrk dekati siapapun dg janji yg lbh manis dari janji pacar pertama anda.

27. Biasanya yg transaksional ini berlagak bisa kerahkan seratus, dua ratus, sampai seribu org ke anda. Tp mrk sendiri tak berani maju.

28. Cara yg lain, tarik ulur. Jgn frontal kpd klpk transaksional ini. Mrk bisa membully anda 24 jam. Kerja mrk tanpa etika. Asal fulus.

29. Kalau anda sdh bisa petakan mana2 sj klpk transaksional, lbh baik anda hindari sj. Atau taruh satu org relawan anda jd kawan mrk.

30. Slmt kampanye. Tweet ini utk peringati 4 thn akun ini. Tp bakal byk serial tweet thn ini. Ingat, waktu anda kurang dari 100 hari.

https://twitter.com/IndraJPiliang

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Januari 2014 in Biografi

 

Tag: ,